Langsung ke konten utama

Postingan

TUHAN TIDAK MENCIPTAKAN KITA SEBAGAI ROBOT...

Anda mungkin tau bahwa "mahluk" yang namanya robot diprogram untuk memilih satu dari dua atau beberapa pilihan yang jelas. Jika A maka P; jika B maka Q; jika A+B maka R, jika B+A maka S, jika A+A maka T... (...utk urusan program robot nih yang jago anak saya yg di Telkom Bandung, semoga dia baca tulisan ini). Tuhan ketika memberi pilihan kepada kita umumnya (kita memahaminya) tidak jelas sperti begitu.  Misalnya ketika kita sariawan dan perlu makan buah maka Tuhan membimbing kita ke pasar buah atau cafe juice, lalu di sana banyak pilihan buah. Ada jambu biji kesukaan kita tapi kayanya berkulit keriput yang menandakan jambu tsb sudah beberapa hari nongkrong di situ.  Ada apel yg kita suka, tapi nampak bintik-bintik spertinya bekas gigitan ulat, tapi murah dibanding anggur, tapi kalo di dalam apel itu ada ulat tertelan gimana?? :-) Nah... untungnya kecerdasan kita lebih lengkap dibanding robot.  IQ - EQ - SQ - dst. Singkat cerita > Bagi mahasiswa yg kebetulan punya a...

"PERTUMBUHAN" MANUSIA

Manusia memang mahluk yang lemah. Fisik/jasmani mgk tidak perlu cerita dulu, yg aspek psikis atau rohani bisa kita fahami dr fenomena mudahnya manusia berubah dari benci menjadi suka, atau sebaliknya dari mengidamkan suatu hal >jadi mengidamkan sesuatu lain yg "bertentangan" dg hal tsb. Manusia juga tumbuh fisiknya; kecil merayap menjadi besar. Kurus mengembang menjadi gemuk. Rohani manusia juga tumbuh bertahap, tahap#1 > #2 > #3 > dst.  Menurut data empiris (. .teorinya banyak juga!! dlm konteks pendidikan; maaf blm sempat dicari ) Tiap tahap umumnya tidak konsisten, sesuai perkembangan banyak aspek.  Contoh yg "agak konsisten" sudah banyak kita dengar cerita semisal orang yg sejak remaja bercita-cita menjadi pilot, lalu dalam perkembangannya bercita-cita jadi pengusaha yg memiliki pesawat terbang.  Atau remaja yg bercita-cita jadi guru kemudian setelah berlalu masa ternyata jadi pengusaha pemilik Yayasan Sekolah lebih diidamkan, selanjutnya menjadi ...

My Clever Girl

Bunda di rumah...

OPTIMISME

OPTIMISME Jilbab; trendi bagi Bunda dan Cantik Apakah Anda pernah cermati fenomena jilbab? Saya serta beberapa sahabat merupakan sebagian "pelaku sejarah" yang mengalami sendiri thn 1984-an ditekan oleh Dewan Guru akibat membela siswi SMA pake jilbab di sekolah. Sekitar tahun itu mahasiswi IPB dan orang-orang yang pake jilbab dicitrakan buruk oleh media, siswi-siswi SMA dilarang pake jilbab. Kemudian ada kasus biskuit beracun, lalu ada kasus (=kejadian yg dipublikasi di media massa) wanita berjilbab memasukkan racun ke sumur. Saya yakin sebagian sobat-sobat masih ingat. Saat ini kita bisa perhatikan sejak tahun 2005-an; bagaimana para wanita muslim, gadis maupun pasca-gadis berpakaian jilbab walau hanya sekedar di luar rumah.. bahkan anak-anak SD! Para selebritis di TV, penjual jamu gendong hingga pemulung. Sangat terasa kesan bahwa jilbab adalah “pakaian resmi” atau “pakaian standar” bagi wanita muslim untuk memasuki ruang publik. Minggu in...

Memperingati 100 hari Kepergian Mamih kami Tercinta

Ibu..... Dahulu hari-hari kita lewati bersama Dalam s uka duka engkau membesarkanku Mendidikku walau tanpa kehadiran ayah I tu semua kini menjadi kenangan indah b agiku.... Ibu..... Maafkan kami yang terlalu sibuk dengan irama hidup kami sendiri Disaat engkau masih membutuhkan kehadiranku di sisimu Walau kami tiada berniat menyisihkanmu, namun kelalaian itu kini menjadi penyesalan bagi kami. Andai saja waktu bisa berulang, niscaya keteledoran kami takkan terulang Ibu....... Engkau kini telah pergi meninggalkan kami.... Menyusul ayah  yang telah mendahului Bait-bait doa senantiasa kami persembahkan untukmu. kiranya Allaah Yang Maha Pengampun memaafkan segala khilaf dan salahmu kiranya Tuhan Yang Maha Rahman memuliakanmu di sisi-Nya Doa demi doa slalu tercurah untukmu , disela t angisan dan zikir kami . Jariah demi jariah diniatkan bagimu, disela keluangan dan kesempitan kami. Saat rindu mengiris hati kami, kini kami hanya dapat meng...