Kamis, 02 Juli 2015

Kewajiban atas kita; Menuntut ilmu

<div style="text-align:center;"><a href="http://www.kajian.net" title="Kajian.net - Koleksi Audio Ceramah Islam MP3 Gratis/Free Download"><img src="http://www.kajian.net/wp-content/uploads/2015/06/banner_200x150.jpg" width="200" height="150" border="0" alt="Kajian.Net"/></a>
<a href="http://kajian.net">Koleksi Ceramah Islam MP3</a></div>

Jumat, 15 Mei 2015

Persyaratan mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Gelombang III

@> IRMA FARADIBA FAUZIAH; ILYAS; EUIS FATIMAH; JARKASIH; SUSSIE MARLIN; ADE HAMDANI; SYARIEF HIDAYATULLAH; RIRI MAGDA BATARI; NURUL SAADIYAH; IRMAWAN; RITA HERMAWATI; WIDA WININGSIH; SITI ROKAYAH; BUNYAMIN; SITI NURAENI; RIAN NURSIANSYAH; SUGANDI; M. IRVAN NAWAWI; MARSONO; AGUS; NURSALEH; DADE PRIATNA; ROSI AFRIAL; HENDEI KOHAR NAJMUDIN SUTRISNO

Pelatihan akan dilaksanakan di BAPELTAN Cihea Kab. Cianjur, 25 s/d 29 Mei 2015. 
Persyaratan sbb: 
1.      Belum mengikuti pelatihan sejenis
2.     Sehat jasmani dan rohani
3.     Calon peserta wanita : tidak hamil tua dan tidak membawa anak
4.     Pada saat registrasi membawa:
a.       Surat tugas dari instansi terkait
b.      Sepatu (bukan sandal) dan Pakaian kemeja (bukan kaos) yang sopan dan rapih untuk pakaian sehari-hari belajar
c.       Pasfoto berwarna berlatar belakang merah ukuran 4x6 (2 lembar) dan 3x4 (2 lembar)
d.      Fotocopy KTP (2 lembar)
5. Calon peserta harus hadir di BAPELTAN Cihea Kec. Bojong Picung Cianjur pada hari Ahad, 24 Mei 2015 pukul 16.00 WIB
Tambahan informasi :
-Asrama Bapeltan Cihea biasanya tidak menyediakan perlengkapan mandi/pribadi.
-Peserta dari Kabupaten Bogor diharapkan dapat mengorganisasi diri untuk keberangkatan ke lokasi.
-Calon peserta yang telah menerima pesan SMS dan ternyata tidak/belum bisa mengikuti pelatihan tersebut harus memberitahu ke BKP5K Kab. Bogor melalui No telp 0821 8121 8545.

Kamis, 02 April 2015

INFORMASI TENTANG PROGRAM PENCIPTAAN WIRAUSAHA BARU JAWA BARAT TAHUN 2013-2018


1.    Untuk mengikuti program Penciptaan Wirausaha Baru (WUB) Jawa Barat, calon peserta harus melalui tahap seleksi dan verifikasi yang dilakukan di tingkat kabupaten dan/ atau tingkat provinsi.
2.    Seleksi dan verifikasi terdiri atas seleksi administrasi, wawancara/ psikotest dan bila dimungkinkan verifikasi di lapangan.  Cara seleksi/ verifikasi bisa jadi berbeda untuk bidang/ jalur yang berbeda.
3.    Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Kabupaten Bogor hanya memfasilitasi penciptaan WUB khususnya dalam bidang pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan.
4.    Persyaratan untuk mengikuti seleksi dan verifikasi calon peserta umumnya adalah sebagai berikut (dimungkinkan sedikit perbedaan pada bidang tertentu):
a.  Warga Jawa Barat (dibuktikan dengan KTP/ Tanda pengenal)
b.  Berusia antara 18 s/d 45 tahun
c.  Berpendidikan minimal SLTP (dibuktikan dengan Ijazah)
d.  Berkelakuan Baik (keterangan dari Ketua RT /RW atau pihak berwajib).
e.  Sehat Jasmani Rohani (keterangan dari lembaga kesehatan pemerintah)
f.   Usaha telah berlangsung 0-5 tahun (Keterangan dari Pemerintah Desa)
g.  Belum pernah menerima bantuan dari pemerintah
h.  Proposal /Rencana Pengembangan Usaha yang mencakup antara lain:
-    1) Jenis produk barang/ jasa,
-    2) volume/ kapasitas produksi saat ini dan yang direncanakan,
- 3) Rencana Pemasaran yang mencakup volume penjualan dan cara penjualan  
-    4) Gambaran Keuangan yang mencakup total biaya, total penerimaan dari hasil penjualan dan total keuntungan),
-    dilengkapi analisa kelayakan R/C ratio, B/C ratio dan BEP.
5.    Pelatihan Pencetakan Wirausaha Baru di bidang Pertanian terdiri atas in wall training selama 5 hari di Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Cihea, Cianjur dan out wall training di lokasi usaha selama 3 bulan, kemudian pendampingan lapangan hingga 1 tahun.
6.    Pelatihan Pencetakan Wirausaha Baru di bidang Peternakan terdiri atas in wall training di Balai Pelatihan Peternakan (BPP) Cikole Lembang dan magang di perusahaan UKM, kemudian pendampingan usaha di lapangan.
7.    Fasilitasi pembiayaan melalui startup capital (khusus bidang peternakan) dan akses kepada sumber pembiayaan bank/ non-bank akan diberikan kepada peserta dengan persyaratan tertentu.
8.    Informasi lebih banyak dapat diperoleh di BKP5K Bogor atau melalui internet
[www.wirausahabarujabar.com, www.disnak.jabarprov.go.id/wub atau situs lain].





Rabu, 23 Juli 2014

Abang

Faris, kami memanggilnya "Abang";  masuk UI melalui SIMAK 2014 dan berniat mengundurkan diri dari Telkom University; [IQ-nya yg 141 membuat dia kurang nyaman kuliah di kampus lama]

Minggu, 16 Maret 2014

Inspirasi dari MD "pemburu nilai dari Sungai Manau" >untuk Thoi



Jika Anda sedang kesulitan cari judul skripsi atau thesis plus... judul penelitian Anda ditolak oleh dosen atau ketua jurusan... Anda bisa pergi ke Perpustakaan dan bolak-balik buku yang tebalnya "wuahhh". Anda beruntung kalo punya sobat yang mau diajak ngobrol... minimal buat curhat mengurangi beban psikis. 
Kalo saya sih nyaranin pertama buka situs-situs dari orang-orang yang "baik hati" sperti : http://diskusiskripsi.com/1500.php atau http://skripsijudul.blogspot.com.
...memang kalo lagi kalut dan galau kadang fikiran kita "terhijab" oleh karena itu perlu kita mendengar sobats yg bisa dipercaya.  Berikut bisa jadi "pemancing" ide bagi Anda untuk "merancang" usulan judul skripsi:

  1. Tinjauan Hukum Islam terhadap Daluwarsa Barang Gadai di Perum Pegadaian Cabang Lempuyangan Yogyakarta
  2. Tinjauan operasional Pegadaian Syariah di ......
  3. Tinjauan Hukum Islam tentang Pencabutan Kredit Barang-Barang Elektronik  (Studi Kasus di Koperasi Bhakti Mandiri Desa Kediri)
  4. Tinjauan hukum islam terhadap Pelaku Kredit Usaha Mikro di Perum Pegadaian Cabang Ngupasan Yogyakarta
  5. Tinjauan Hukum Islam terhadap Sistem Kewarisan Adat Desa Gunung Sugih Besar Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur
  6. Zakat Usaha Transportasi (Tinjauan Hukum Islam terhadap Pelaksanaan Zakat di PT. ....
 Semoga memberi inspirasi.  Jika belum ketemu juga....mari kita ketemu di Perpustakaan!


Jumat, 14 Februari 2014

TUHAN TIDAK MENCIPTAKAN KITA SEBAGAI ROBOT...

Anda mungkin tau bahwa "mahluk" yang namanya robot diprogram untuk memilih satu dari dua atau beberapa pilihan yang jelas. Jika A maka P; jika B maka Q; jika A+B maka R, jika B+A maka S, jika A+A maka T... (...utk urusan program robot nih yang jago anak saya yg di Telkom Bandung, semoga dia baca tulisan ini).
Tuhan ketika memberi pilihan kepada kita umumnya (kita memahaminya) tidak jelas sperti begitu.  Misalnya ketika kita sariawan dan perlu makan buah maka Tuhan membimbing kita ke pasar buah atau cafe juice, lalu di sana banyak pilihan buah. Ada jambu biji kesukaan kita tapi kayanya berkulit keriput yang menandakan jambu tsb sudah beberapa hari nongkrong di situ.  Ada apel yg kita suka, tapi nampak bintik-bintik spertinya bekas gigitan ulat, tapi murah dibanding anggur, tapi kalo di dalam apel itu ada ulat tertelan gimana??
:-)
Nah... untungnya kecerdasan kita lebih lengkap dibanding robot.  IQ - EQ - SQ - dst.
Singkat cerita > Bagi mahasiswa yg kebetulan punya aktifitas lain berbarengan dengan kuliah (seperti bisnis ala kampus atau kuliah di tempat lain, atau bahkan mau ikut SBMPTN lagi..) maka Anda perlu mengoptimalkan kecerdasan Anda.  Sekaligus "mengendalikan" kecerdasan tersebut dalam membagi waktu dan energi yang Anda punya.
Pilihannya banyak tersedia, misalnya:
1. Anda bisa nitip absen ke teman atau Isi absen sejenak kemudian keluar kelas untuk cari ruang yang lebih nyaman untuk ngerjakan tugas.
2. Tugas dari dosen bisa dibikin kolektif (ini beda dengan nyontek lhoo..), misalnya untuk bikin tugas kita punya kesepakatan dg beberapa teman dlm grup kita. Temen kita si A tugasnya bikin PR dosen O, artinya dia bikin sebagian besar PR itu lalu kita tinggal copy dan edit sdikit -yg mudah GANTI FONT aja atau SUSUNAN KALIMAT/ PARAGRAF- Tentu aja kita perlu ngasi kontribusi berupa gorengan, minuman atau mgk berupa jasa lain.  Kualitas hasil kerja PR itu ya.. dimaklumi aja.  Yang penting bisnis atau pelajaran lain tetap tergarap.
3. Sebagai imbalan (dan ini syarat juga...) Anda hrs juga berbaik hati, misalnya menjelang ujian /Quis >>Anda boleh "mengobral" kunci-kunci / jawaban soal kepada temen-temen grup sbg bentuk balas jasa atau "barter" jasa.  Bahkan Anda bisa jamin "you ga usah belajar, biar gw yg belajar! Ntar gw kasi oretannya" (bgitu kurang lebih..)
4. Kayanya anak saya yang masih mahasiswa atau baru wisuda punya banyak trik. Nanti saya sambung lagi tulisan ini.

"PERTUMBUHAN" MANUSIA


Manusia memang mahluk yang lemah. Fisik/jasmani mgk tidak perlu cerita dulu, yg aspek psikis atau rohani bisa kita fahami dr fenomena mudahnya manusia berubah dari benci menjadi suka, atau sebaliknya dari mengidamkan suatu hal >jadi mengidamkan sesuatu lain yg "bertentangan" dg hal tsb.
Manusia juga tumbuh fisiknya; kecil merayap menjadi besar. Kurus mengembang menjadi gemuk.
Rohani manusia juga tumbuh bertahap, tahap#1 > #2 > #3 > dst.  Menurut data empiris (..teorinya banyak juga!! dlm konteks pendidikan; maaf blm sempat dicari) Tiap tahap umumnya tidak konsisten, sesuai perkembangan banyak aspek.  Contoh yg "agak konsisten" sudah banyak kita dengar cerita semisal orang yg sejak remaja bercita-cita menjadi pilot, lalu dalam perkembangannya bercita-cita jadi pengusaha yg memiliki pesawat terbang.  Atau remaja yg bercita-cita jadi guru kemudian setelah berlalu masa ternyata jadi pengusaha pemilik Yayasan Sekolah lebih diidamkan, selanjutnya menjadi seorang tokoh pendidikan (misalnya jadi anggota dewan yg mengurus pendidikan di level negara....atau menulis buku ttg Pembinaan Anak Bangsa  dst) lebih diidamkan.
Jika seorang remaja bercita-cita mau jadi programmer komputer... itu wajar saja, asalkan cita-cita itu nanti berkembang menjadi "developer" software kelas apple lalu selanjutnya berkembang menjadi cita-cita ingin punya perusahaan se-jenis Microsoft. 
Coba perhatikan kata yg digaris bawahi>> asalkan itu menjadi kunci bahwa cita-cita itu WAJAR. Jadi kalau ada remaja yg bercita-cita ingin jadi programmer..lalu dia fanatik "poko-nya aku mau jadi programmer!! tidak mau jadi developer! Apalagi jadi pengusaha software..aku ngga mau!!!"... Nah itu menandakan remaja tsb masih terkungkung oleh "ketidak-dewasa-an"-nya.
..Oya.. tulisan di hari sabtu ini memang diharapkan akan dibaca oleh salah satu putra terbaik kami, yang kalo ngga salah berniat jadi programmer!! Semoga dia sempat baca.
....Cerita ttg ketidak-konsistenan kebetulan saya yg mengalami.  Lulus SMA saya diterima di IPB tanpa test, saya bercita-cita jadi pengusaha sukses, makanya saya bberapa bulan kemudian ikut Resimen Mahasiswa karena seorang pengusaha (saat itu zaman ORBA..banyak pengusaha berlatar ABRI) harus tegas, berani dan disiplin...Namun selepas IPB saya berpendapat lain (padahal saat itu jiwa prajurit masih kental..) : Seorang yg berbakti bagi nusa bangsa lebih mulia, ..apalagi kalo dibayar maka kewajiban mencari nafkah tidak perlu dilakukan terpisah...>>maka jadilah saya PNS.
Masih tentang "musibah" ketidak-konsistenan yg saya alami: tahun 1990 [masih dalam semangat jadi pengusaha] saya masuk tim peneliti yg meneliti Ikan Betutu (saat itu trmasuk ikan yg sangat mahal..) jadi nanti saya mau jadi Pengusaha Ikan Betutu. Rupanya kerja di pembenihan membutuhkan ketelatenan yg super; kerja kimia di laboratorium, mengamati larva di mikroskop berjam-jam dsb dsb. Saya sangat lemah dlm aspek yg satu itu. Sampai-sampai saya bertekad SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN MAU KERJA DI LABOR!! tahun 1991 wisuda, lalu, karena tidak mampu kuliah S-1 lagi di Fak. ekonomi maka saya kerja sebagai INSINYUR di konstruksi yang notabene jauh dr kerja telaten.. uff...tahun 1993 saya diangkat PNS dan ditugaskan di Unit Pembenihan... Astagfirullaah.. ternyata!! Ternyata kerja di labor sbg peneliti banyak menjanjikan! karena masih jarang org yg suka meneliti... maka jadilah saya salah satu jagoan di pembenihan ikan secara artifisial.
:-)
Satu lagi>> Sejak SMA saya orang exact. Saya paling benci dg cara fikir SOSIAL yg ngga jelas, tidak berdasarkan data dan "ngambang".. JIwa exact itu terbawa dan menjadi "fanatik agama exact". Namun... tahun 1998 saya baru menyadari bahwa masalah-masalah masyarakat tidak dapat selesai dengan ilmu exact. Dunia ternyata tidak sekaku rumus-rumus.
...makanya tahun 2001 saya ambil S-2 di luar jalur exact; saya ambil Sosiologi Pedesaan (mata kuliah yang paling amat sangat saya benci saat S-1 dulu).
.........begitulah .
ternyata saya nyaman, sangat nyaman dengan basic keilmuan yang "penuh warna" tersebut.  Bicara exact okeh, sosial payoo, agama insya Allaah!.
Barangkali kalo mau diambil pelajaran, salah satunya atau mgk "dua"nya adalah > (1) Harus sadar bahwa kita terus berkembang. Menurut ajaran Islam kemantapan seseorang itu baru tercapai di umur 40 tahun.  Jika Anda belum berumur 40 tahun, jangan terlalu percaya bahwa Anda benar dg pendapat/ pemikiran Anda. (2) semua ilmu dan aktifitas semasa remaja yang kelihatannya TIDAK BERMANFAAT atau KAGAK NYAMBUNG dgn cita-cita Anda.. maka AMBIL saja! Saya yakin Pasti itu akan bermanfaat di rentang hidup Anda yang sangat amat berharga....